“Enak sayang?” dia mengangguk, kocokan tangannya di kontolku melemah, kemudian berhenti. Bokep Aku terus mengigit dan menjilati telinga Vina, nampaknya itu a dalah daerah sensitifnya. Boleh gak aku nyelesaiin yang tadi? Sumpah, enak banget…. Sementara aku meremas-rema toketnya dari luar kaosnya. Sambil berpura-pura mencoba untuk berpindah ke telinga kiri, aku mengankangi tubuhnya. Akhirnya aku memberikan alamat kostku kepadanya.Sore hari SMS masuk dari Vina “aku di depan rumah cat hijau. Aku tersenyum, sambil kucium bibirnya, tanganku membantu mendorong kontolku. Saat ini dia telah menikah dengan seorang polisi, pacarnya sejak SMU dulu dan memiliki 2 anak. Kita sudah sama-sama dewasa, gak apa apa kok. Vina memandangku kemudian bertanya, “kamu punya selimut gak?” aku memberinya selimut tipis belang yang biasa digunakan di Rumah Sakit.




















