“Nikmati saja, In. ”Usahakan ya, soalnya aku sudah nggak betah dengar omelan mertuaku.”Sita tersenyum menyanggupi dan menutup teleponnya, meninggalkan aku sendirian di malam yang gelap dan dingin ini.“Aku nanti menginap di rumah Sita, mas.” ujarku sambil membersihkan lelehan sperma mas Danu yang menempel di selangkanganku. Bokep Kenapa selama ini aku tidak curiga.“D-dia sering keluar kota bersama bosnya.”
“Cewek apa cowok?” Sita bertanya. Namun begitulah adanya, bahkan justru Sita lah yang memintanya. ”Say, sini deh.” suamiku memanggil.Dari raut mukanya terlihat kalau dia sudah siap memberitahukan rahasianya.”Mas sudah siap mengatakannya sekarang?” aku bertanya.Tidak menjawab, suamiku malah memberiku sebuah amplop tebal berwarna coklat. “Aaah… e-enak, Sit.” sahutku gemetar. “Kukira cuma bercanda.”
“Lho, emang kamu mau kalau beneran?” dia memasang wajah bloon.




















