Terakhir kali saya tidur dengan Juragan, perut saya sudah mulai menonjol, dan beliau kelihatan agak khawatir dengan saya.Sudahlah Denok Kamu berhenti saja, ingat keadaan kamu, kata Juragan sambil pelanpelan menggenjot saya.Ndak apaapa Juragan kata saya.Saya tersenyum buat Juragan. Juragan selama ini kesepian, dan kehidupannya cuma ngurus toko beras saja.Saya jadi kasihan sama Juragan, ternyata beliau sendirian juga seperti saya. Bokep Bapak dan Simbok memanggil saya Denok, itü panggilan biasa üntük anak perempüan di kampüng saya, tapi artinya nggak cüma itü. Ayo ikut aku. Sekalisekali, kalau Juragan minta, saya akan kenakan lagi kemben merah dan batik, sanggul dan kembang, bedak tebal dan gincu merah, untuk kemudian melayani Juragan di ranjang. Dia sendirian di depan toko, sementara anak buahnya sibuk di dalam dan di belakang. Dan badan saya gerak sendiri, naikturun sambil masih tersodok kontolnya.Aah!




















