Toh selama ini aku menganggap rumah Bu Miranti ini rumah kostku yang kedua, sebelumnya sering juga aku nginap dan nongkrong ham pir setiap hari disini.Ada satu hal sebenarnya yang ikut jg menghalangiku selama ini menolak ta waran Yon atau Bu Miranti untuk tinggal dirumahnya. Remasan tanganku ke buah dadanya makin liar, mukaku meliuk-liuk menciumi apa saja dikepalanya.Kubuka kancimg baju kebayanya. Bokep Tinggallah aku diruang tengah itu, sendiri, melamun. Bangun terduduk.“Ibu telan?….Apa ibu tidak jijik?”Tanyaku bodoh.Ibu Miranti menggeleng, justru mukanya cerah, kepuasan terpancar diwajahnya. Hanya sampai pada suatu malam, bulan jatuh dipelukanku saat Bu Miranti lembut menyapaku dan tanpa bicara sepatah katapun menciumiku.Bah!. Dua-duanya masuk IGD rumah sakit dan Pak Bagong sebagai anak tertua dikeluarganya diminta datang. Bu Miranti beranjak pergi katanya mau pipis. Aku makin bergelinjang, melayang-layang nikmat. Dengan tetap BH masih didada dan kain jariknya yang belum terlepas, mulutnya langsung mengejar burung pusakaku sampai dua biji




















