Beberapa menit menunggu akhirnya ponsel yang dipegangnya berbunyi. Makasi…”, kali ini Cinta semakin bersemangat. Bokep “Sebutin saja harganya…”.“Cinta gak mau nerima uang Om”. “Hhmm.. “Bye”. “Hhmm.. Cinta dan Rido beranjak turun dari ranjang dan mengambil ponsel masing-masing.Cinta melihat nomor tak terdaftar di layar ponselnya. Paling tidak selama perjalanan nanti ia masih bisa berpikir. Tatapan nanar ke arah kedua pahanya. Dengan uang sebanyak itu untuk sementara Cinta dapat melupakan pertemuannya dengan Om Ridwan. “Hhmm.. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Laki-laki muda itu lalu memeluk Cinta dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya. Hehehe”. Cinta hanya mengangguk. Begitu pula dengan laki-laki yang menjadi kekasihnya. Om Ridwan pun terlihat tegang menunggu jawaban gadis cantik itu. Awalnya ia ingin me-reject panggilan tersebut, namun kemudian membatalkannya. Itu pun tidak lama, karena setelah pelayan pergi suasana kembali seperti semula.




















