Kemudian Om Bayu sejenak menghentikan jilatannya. Bokep “Wah… kamu memang benar-benar cantik Rin…”, kata Om Bayu. Seluruh tubuhku diliputi sensasi yang siap meledak. Dia adalah seorang makelar mobil. Wajahnya semakin dekat, kemudian bibirnya mendekati bibirku, lalu ia mengecupku dengan lembut, rasanya geli, lembut, dan basah. “Lho… kan mau diperiksa.. Kemudian Om Bayu mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yang dipakainya ketika kuliah dulu. Kemudian Om Bayu menarik kedua kakiku, sehingga menjulur ke lantai sedangkan pantatku berada tepat di tepi tempat tidur. Aku benar-benar setengah sadar dan pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Mataku hanya bisa mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu. Mula-mula ditempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dingin, lalu Om Bayumenyuruhku bernafas sampai beberapa kali, setelah itu Om Bayu mencopot stetoskopnya.




















