Saya ingin yakin”, katanya lagi setelah beberapa saat aku berdiam diri. Bener Dok timpal Tuti, yang bertugas mengurus administrasi praktekku.Oh ya, sehari-hari aku dibantu oleh kedua wanita itu. Bokep saya engga yakin”. Apa karena pasien ini memang luar biasa indahnya ? Wajahnya merona. Aku terrangsang lagi. Dia langsung berberes. Kaos yang dipakainya tak berkancing. Masa minta diperiksa buah dadanya, salah siapa dia punya buah dada yang indah ? Mendadak aku berdebar-debar. Walaupun tanganku tak menyentuh langsung, melalui stetoskop aku dapat merasakan betapa kenyal dan padatnya payudara indah ini. memang .. Syeni sudah turun dari pembaringan. Aku menerima seorang pasien yang haus akan seks. Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini.




















