Dengan telaten dia memandikanku, mengusap dan menyabuni seluruh tubuhku, tak ada remasan remasan nakal seperti tamuku lainnya, benar benar diperlakukan seperti orang tua yang memandikan anaknya.Selesai mandi kami berpakaian dan melanjutkan ngobrol sembari menunggu taxi yang dia pesan, tentu saja aku harus menemani sampai taxi itu datang.“kamu kok nggak pernah main ke rumah lagi” katanya sembari menyerahkan amplop putih berisi uang.“maksud Bapak ? Bokep Kalau aku menanyakan pada tamu apakah pernah mem-bookingku, tentu akan membuat tamu itu tersinggung karena berarti bagiku dia hanyalah biasa biasa saja, bagiku aku ingin memberi kesah kalau setiap tamu yang kulayani adalah laki laki istimewa dan unik yang tak gampang terlupa. Untuk mempersingkat waktu kami mandi bareng. Tentu saja aku kaget mendengar pengakuannya, sedari tadi perasaan seperti itu selalu muncul dalam pikiranku tapi kini justru dia yang mengatakan hal yang sama untukku.Ketika kami keluar masih dalam keadaan telanjang karena semua handuk berada




















