“Wahhhh…, lagi asik rupanya, Maaf nih saya jadi menggangu Pak Dion ” Pak Agung menutup kembali pintu ruangan itu. Bokep gimana ??”
“Ha Ha Ha…bagus-bagus…., rencana yang bagus ” Pak Dion terkekeh sambil membayangkan santapan lezat selanjutnya.******************************
Setelah selesai merangkaikan kata-kata di dalam buku harianku
Aku termenung,
aku tidak sabar menanti datangnya hari esok. Tubuh Nia tersentak-sentak, murid cantik itu berkali-kali menggeliat-geliat, mulutnya terbuka membentuk huruf “O” disertai erangan dan rengekannya yang merdu. ataukah kedutan batang kemaluan Pak Dion ?? “He he he, Ayolah Nia nggak usah nangis gitu dong, bapak cuma ingin memberikan kenikmatan untuk kamu, apa itu salah ?? Aku tertunduk malu sambil tersenyum kecil, pasti Vivi mau minta sesuatu, aku hanya dapat memandangi punggung Reina dan Farida yang menjauh,
“Ohh.., Tolong aku….Faa, Rei, jangan tinggalkan Aku T_T”Aku berteriak dalam hati,Vivi Pasti akan melahapku habis-habisan.




















