Ah. Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. Bokep Dan itulah yang membuatku tertawa. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay! Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. Aku bukanlah seorang bodoh yang tak bisa membedakan perawan dengan tante-tante. Dan untuk itu Jay bersedia berkorban, karena hanya dialah yang terdekat dengan Chie, selain aku. “Jay, pinjam kamarnya.”
Jay hanya tersenyum, matanya masih terpejam. “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. “Chie…” erangku tertahan, mataku terpejam.




















