Ketahuan Mama gimana?” sahutku. Waktu itu malem hari. Bokep Si Willy sih enggak ada perubahan. Rupanya dia baru aja dientot sama si Willy di atas meja makan itu. Tapi males ah. Entar aku jadi incest lagi. Ia sudah menyadari kehadiranku rupanya. Bisa dibilang, si Willy ini piaraan Mama. Aku segera mengalihkan tatapanku dari tubuh Mamaku yang mengangkang itu. “Ngg.. Si Mimi tahu tentang hal itu dan dia sih santai-santai aja. Mendengar cerita si Mimi tentang kontolnya si Willy membuatku penasaran juga. Tapi dia masih duduk di semester dua. Semester enam fakultas ekonomi di sebuah perguruan tinggi swasta yang beken di Jakarta. Aku tak ingin kehilangan momen yang indah itu sedetikpun. Gila! Jelas-jelas aku cowok straight. Saat mataku melirik ke arah dalam lemari es, mencari minuman, kusempatkan untuk melirik sekali lagi ke arah batang kontol Willy.











