Segera aku keluarkan penisku dari sangkarnya. Bokep Dia suka sama aku. Aku cuman tersenyum kecut.“Udah putus aku sama dia.” jawabku kemudian.Nggak tahu deh, tapi aku menangkap ada yang aneh dari gelagat Maya. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Tinggi langsing semampai, bodinya bibit-bibit peragawati, payudaranya… waduh kok besar juga ya.Tiba-tiba saja jantungku berdebar memandangi tubuh Maya yang cuman pakai kaos ketat tanpa lengan itu. Tiba-tiba saja batinku ngrasani, gadis yang duduk di sampingku ini manis juga yah. “Enakkk…eungh…” Maya menyukainya.Ia pun ikut mengggoyang-goyangkan pantatnya. Gadis itu nampaknya senang mendengar aku putus. Bibirku merayap menyapu leher jenjang Maya. Siiiir… kok malah tambah merinding begini ya?“Kalau diupah sun sih Mas Andra mau loh.” pancingku sekali lagi.




















