Apa-apaan sih? Bokep katanya sambil mencolek paman.Masih belum ada kok, Bi. Dia cuma memegangnya dari luar celana. Kenapa tidak dari dulu. Film sudah berhenti berputar, TV hanya menampakkan layar biru bertuliskan merk DVD player milik paman. Dia memang kadang meledekku begitu. Ngomong-ngomong, kamu sudah mimpi belum? bibi tersenyum gembira menemukan orang yang sejenis. Biar rangsangannya total dan maksimal.Tumben? Nggak kerasa sama sekali. Melenguh keenakan, bibi segera mencabut memeknya dan kurasakan tangan bibi merapikan kembali celanaku, sebelum akhirnya dia melangkah menjauh, meninggalkanku sendirian di ruang tengah. Anak seumurku kan lagi pengen-pengennya. Malu! tanyaku meski sudah tahu jawabannya.Ah, kamu pasti gak ngerti. Emang mimpi apa, Bi? jawabku malu-malu.Masa sih?




















