Hup. Bokep umm.. Nikmat! Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. Hari-hari terasa sangat berat tanpa kehadirannya, bahkan aku pun punya rasa sedih akan kehilangan seseorang (setidaknya itulah yang kupikirkan saat itu). “Ah.. what a night.Kukendarai mobilku menembus gelap malam. “Ray..” mendadak (seperti wanita pada umumnya) Nia menekan bahuku menjauh. “Aku sebenarnya juga mau.”
Wah, ini luar biasa, pikirku. “Nih..” ujarku saat mengecup bibirnya dan dadanya. “Ssshh.. gini..” Nia tertawa melihat kegugupanku. “Tapi ada syaratnya..”
Sial! nggak pernah ada apa-apa kan?” Aku tersenyum kepadanya.“Thanks..”
“Your welcome, Ray,” jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya. Aku baru saja (sekitar sebulan) berpisah dengan salah seorang gadis yang sangat kusayangi. Ahh, nikmatnya. Ahh, nikmatnya. “Ray.. Nia.. “Ray.. sure..” aku tergagap-gagap. kk..” tak dapat kutahan nikmat yang menjalar di seluruh pembuluh darahku.




















