Aku tersetrum. Makin lama makin jelas. Video bokep Garis setrikaannyamasih terlihat. suara itu lagi, suara wanita setengahbaya yang kali ini karena mendung tidak lagi adakeringat di lehernya. Ini kesempatankedua. Lho, salon kan tempat umum. Ia malah melengos. Bayar arisan.Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Bautubuhnya tercium. Ada sekatsekat,tidak tertutup sepenuhnya. Hidungnya tidak mancungtetapi juga tidak pesek. Tidak lama wanitaitu mengetuk langitlangit mobil. Tetapi sejak tadi aku tidakmelihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadimengerlingkan mata ke arahku. Atau apalah? Ia menyentuhnya. Garis setrikaannyamasih terlihat. kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Mobil bergerak pelan, akumasih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke manaarah wanita yang berkeringat di lehernya itu. Aku langsungmemasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomornomornya. Ah bodoh. Kring..!Mbak Wien, telepon. Tidak perludiantar. Dia mau pulang dulu ngeliat orangtuanya sakit katanya sih begitu, kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, Terus dong Yang.Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..! Aku tidak
















