“sakit?”, tanyanya pelan. Bokep Sambil menunggu kami , aku mencoba membuka pembicaraan, “Bang, Sintia seneng deh abang ajak makan, ni kan resepsi khusus buat kita berdua ja ya bang”. “Blon”, jawabnya singkat, tanpa memandang wajahku yang berdiri disamping meja kerjanya. Tiba2 pintu terbuka, refleks langsung dia menutup pintu sembari meminta maaf. Wah blon apa2 dah ngecret dianya, percaya deh kalo dia masi perjaka ting ting (sodaranya ayu ting ting kali ya). Aku sedang mencari baju kaos gombrong dilemari. Enak bang”, lenguhku, sampe akhirnya, “mmhh…Sintia…. Aku segera menarik celananya, dan langsung menggenggam kontinya yang belum menegang sama sekali dibalik cdnya. “iya, enak lah”.










