Apakah ini cinta? Tusukan semakin kuat, berirama, masuk semua sampai ke pangkalnya. Bokep Aku…. Kalau tuan mau meniduri saya… rasanya bahagia.”
“Jangan… jangan bilang begitu…” Aku tersenyum sedih.Aku mengangkat wajah, memandangnya. Kami mandi. Menyembur. Keesokan paginya, jam empat pagi aku bangun dengan pikiran kusut tak karuan. Kak Edo masih tertidur pulas. Memenuhi liang. Aku cinta sama kamu!” Aku menunduk dalam- dalam. Tapi sekarang, kalau boleh saya ingin melayani Kakak…” Aku mengangkat wajah.Menatap wajah tampan itu, menjadi Arjunaku dalam hidup. Aku masih bersimpuh di lantai. Bagaimana bisa berkata cinta? Tertanam dalam, karena sedetik kemudian sekali lagi kunikmati denyut-denyut dan semburan di deoan mulut rahimkuAku terbenam dalam pelukannya, jatuh kelelahan dalam dekapannya. Membersihkan selangkanganku.“Di cukur?” Kak Edo bertanya sambil meremas jembutku.




















