Tidak akan mengikuti jejak Mamah ku sebagai seorang Germo. aahh..” Kulihat ibu posisi menungging dan dengan leluasa-nya om-om itu mengocok-ngocok penis nya maju mundur dengan cepat ‘plok plok plok.. Bokep oh.. Uh seperti mau keluar dengan tertahan untuk di muncratkan. Entah apa aku tak memperdulikan tercengangannya saat aku memberikan pertanyaan seperti itu. uh.. “Eeegghht… aku merabah sedikit celana dalam ku yang ku kenakan. Entahlah.Masih teringang-ingang di telingaku mendengar desahan dan racauan yang membuat darahku berdesir cepat, desahan orang-orang dewasa yang belum aku mengerti arti sebuah desahan kenikmatan. Aku tidak perduli dan memang gak harus peduli. Ibu mau berangkat yah..” Kata ibu ku sambil memegang hp nya sepertinya mau menelpon seseorang entah ayahku atau lelaki lain, selain Ayahku.“Haloo sayang.. Sore pukul 18.00 Ibu bersiap untuk pergi bersama ayahku seperti biasa.“Kamu jaga rumah nak..kalau mau keluar tolong pintu di kunci yang rapat” Pesan ibu ku di kala setiap mau




















