“Surely I will, Rev. and what about Heru? Video bokep Revy… is that really you?Tiba-tiba ingatanku terlempar pada beberapa tahun silam. Don’t make it harder for me, please….”, kata Revy dengan wajah memelas. Iseng kusibakkan tumpukan CD yang berserakkan di karpet. Sejenak kulirik SMS yang masuk. Kupacu persetubuhan ini semakin cepat, karena ku tahu tidak ada gunanya lagi mempertahankan lebih lama, karena tembok pertahananku akan hancur berantakan dalam hitungan detik….. Apa kabar?”, tiba-tiba sebuah suara wanita menghentakkan lamunanku, membangkitkan kembali diriku dari kesunyian yang baru saja kualami. “Tempat biasa” yang Revy maksud tentunya masih seperti yang dulu, tempat kita sering nongkrong bareng. Pengakuanku mungkin hanyalah sebuah intermezzo dalam jejak-jejak hidupnya. Mendengarnya mengingatkanku pada kafe-kafe di bilangan bukit dago pakar Bandung, tempat kita bisa menikmati city view Bandung sepuas mungkin sambil menghirup dinginnya udara pegunungan, sebuah pemandangan yang selalu menjadi fave saya sampai kapan pun.




















