Sasha menoleh dan ia melihat Pak Anton sudah berdiri dibelakangnya. Kebetulan, pak Anton juga ikut lembur sebagai supervisor Sasha yang harus memeriksa dokumen-dokumen yang dipersiapkan oleh Sasha.Sementara itu, Aldy sudah terlebih dulu pulang dari sore karena tidak ikut lembur hari itu. Bokep Surat itu beserta sebuah bolpen lalu disodorkan ke hadapan Sasha. Sasha sering dijadikan bahan obrolan dan fantasi mereka sehari-hari.Sayangnya, mereka tidak bisa berharap terlalu banyak karena Sasha sudah memiliki seorang suami bernama Aldy yang menikahinya 3 tahun lalu. Pak Anton tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat keindahan dan kemolekan tubuh Sasha itu. Sakit ya?” Pak Anton bertanya pada Sasha dengan nada sedikit cemas.“I… iya… shhh… sebentar ya…” jawab Sasha pelan sambil menghela nafas. Sasha tidak mempedulikan ejekan Pak Anton lagi. Walaupun sebenarnya ia juga merasa malas untuk bertemu atasannya yang terkenal genit itu.“Pak, ini semua dokumennya sudah saya kerjakan. Sesampainya di hadapan penghulu, kedua mempelai lalu




















