Kedua belah tangannya merangkul tubuhku. Bokep bentaknya, dengan nada galak.Otakku buntu, mendengar ancamannya, aku tak mampu berpikir lagi bagaimana caranya untuk menghindar dari cengkeraman Iyan. Sekali ini saja, sesudah itu saya tidak akan ganggu kamu lagi, Mer..!!Lalu tangan Iyan kembali membuka pahaku. Tibatiba Aku sadar akan bahaya yg kembali mengancamku. Ingin cepat cepat pulang..Aku makin mempercepat langkahku menuju ke arah mobilku yg ku parkir di ujung bangunan ini, buru buru kuambil kunci mobil dari tasku dan langsung membuka pintu mobil saat tiba tiba muncul dua orang laki laki dari mobil yg di parkir di belakangku. Rasa ngilu makin mejalari sekujur tubuhku. gumanku lemah, saat Iyan mulai melepaskan kancing kemejaku, aku masih sesenggukan.




















