Dia menjual, bukan mengemis. Bokep Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Adakah yang lebih tabah dari aku? Dingin kota ini makin terasa. Polos sekali. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Aku kini mulai bingung. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Pikiranku mendadak kacau. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya.




















