Empat tahun lalu aku masih tinggal dikota B. Kamu puas Pit?”
Pipit hanya mengangguk, “Mas Wahyu.., aku seperti di luar angkasa lho Mas.. Bokep Lik Pipit suruh tunggu aja. Pipit masih saja memandangku tak berkedip. Begitulah akhirnya aku dan Pipit berkenalan pertama kali. Ngapain sih kok mau jauh-jauh ke Malaysia, kan jauh.. Tapi terus meng-erat lagi, erat lagi.. Aku tak perduli siapa yang mendahului aku, itu bukan satu hal penting. Kasihan sekali gue..,,,,,,,,,,,,,,,,,, Geli enak tentunya. Selagi Ugi sedang menyusul ibunya, aku duduk-duduk di dipan tapi di dalam rumah. Akupun akhirnya nekat memandang dia juga, dan tak terasa tanganku meraih tangan Pipit, dingin dan sedikit berkeringat.




















