“Nyonya”. Bokep Tapi aku belum ingin membawanya terbang ke surga dunia yang bergelimang kehangatan dan kenikmatan itu. Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku. Beberapa kali Nyonya Wulandari memekik dan mengejang tubuhnya. Tapi ketika aku lewat di depan garasi, ayunan langkah kakiku terhenti. Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta. Sarjana saja banyak yang jadi pengangguran kok. Daripada jadi gelandangan, tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung menerima pekerjaan yang ditawarkan wanita itu saat itu juga, detik itu juga aku ikut bersama wanita ini ke rumahnya.Ternyata rumahnya besar dan megah sekali. Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. hanya beberapa detik kemudian aku sudah menggelimpang ke samping, sambil menghembuskan napas panjang. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan.




















