“Dido sayang, punya kamu besar sekali. “Aku dendam pada suamiku dan kaum mereka, dan kau punya dendam pada para pejabat yang telah mengecewakanmu. Bokep “Gimana Bu, ada yang bisa saya bantu?”, tanya Dido beberapa saat setelah itu. Dengan tergesa-gesa ia menuju ke arah mobilnya. Ia baru sadar dirinya tak memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. “Ah maaf, Dido, saya Dokter Supriyati, kamu masih ingat? Di sana ia membuka beberapa buku, namun bebarapa lamanya kemudian wanita itu kembali beranjak menuju kamar tidurnya. Betapa malunya ibu, sudah bertahan-tahun kami hidup bersama, dengan dua orang anak, masih saja dia berbuat seperti itu, dasar lelaki kurang ajar, bangsat dia itu”, ceritanya pada Dido dengan muka sedih.











