“Ough…., terus Sandy. Kamu bisa menelpon aku ketika hendak berangkat menuju Indonesia. Video bokep Ada apa…?” tebakku. “Ok, tunggu sebentar ya. Lima menit lagi aku datang,” jawabku cepat.Pucuk dicinta ulampun tiba. Dengan sedikit malas, aku menarik tangan Michiko untuk mengajaknya ke kamar mandi membersihkan badan.Namun pada saat kami sama-sama berada di bawah siraman shower dan saling memandikan, tiba-tiba rudalku kembali berdiri. “Ah, Sandy…,” ia mendesahAku jadi semakin nekad dan berani. “Aku sebenarnya tidak ingin berpisah denganmu Sandy, aku ingin selalu disampingmu,” harapnya. Selama di perjalanan menuju hotel, ia berjanji akan meneleponku begitu sampai di kamar nantinya.Aku baru saja sedang menyusun-nyusun barang belajaan yang aku beli di Melaka tadi, ketika tiba-tiba telepon di dekat aku berada berdering.“Hallo,” sapaku dengan sopan. Skor sementara 4-2 untuk kemenanganku.“Sayang, aku harus kembali ke kamarku, karena aku tidak ingin ada diantara teman-temanmu mengetahui apa yang telah kita lakukan tadi,” ujarku pada Michiko.




















