Bilang aja nggak usah malu” Ujarku
“beneran nih , gak apa-apa?..”tanya Ida
“iya…beneran..,,trus apa?”
“boleh minta cium nggak?” pinta Ida
“ooh..” langsung kudaratkan bibirku ke pipinya. Bokep film pun berganti adegan, sekarang pemeran cowok di film itu mulai menggerayangi tubuh pemeran wanitanya. Setengah jam sudah dan kopi di cangkirku hampir habis,
“gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Ida sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.Kata-katanya tidak dapat ku hiraukan, seakan terbawa dalam lamunan banyak hal yang menghantui pikiranku, suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita yang menyapaku tadi adalah istriku. “gila,…gue udah hampir dua kali orgasme,…lo bediri aja belon…make obat apa?” tanya ida
“obat apaan?,…gue aja baru sekali diginiin” jawabku
Ida kemudian menarik turun celanaku. Ida tertawa lepas sambil memandangiku.“nah, bibir lo udah nggak perjaka lagi.,, sapa dulu dong gurunya.” Ujar Ida sambil menepuk dadanya
“gila juga lo ya,..




















