Mata saya melotot memandangi payudara montoknya yang tampaknya seperti sudah tidak sabar ingin mencelat keluar dari balik BH-nya yang halus.Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter S mencopot BH-nya dan melepaskan celana dalamnya. Bokep Dokter yang akan memeriksa saya paling-paling juga dokter cowok, mana sudah tua lagi.Dengan sekali-sekali menguap karena jenuh karena sudah hampir setengah jam saya menunggu dokter yang tak kunjung datang. Kemudian ia menanggalkan kaos oblong yang dikenakannya, juga celana jeans- nya. Seketika itu juga saya menjadi bersemangat kembali.“Selamat malam, Dok”, sahut saya.Ia tersenyum. Saya mau periksa kamu menderita hernia atau tidak.” Nah lho! Tidak apa-apa deh kalau harus diperiksa berjam-jam olehnya.Akan tetapi karena rasa bosan yang sudah menjadi-jadi, saya tidak memperhatikan wanita itu lagi. Saya kembali tenggelam dalam lamunan yang tak tentu arahnya.“Mas, silakan masuk. Tanpa mau membuang waktu, saya langsung menerima pemberiannya.




















