Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Bokep Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Mulai dari jaket, T. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. “Kenapa?” tanya Anisa
” Maaf Nisa ? Penny’ku. Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. “Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya.




















