Saya agak malu, karena paha dan kakinya jelas-jelas lebih panjang dan lebih indah. Aku menurut saja, karena memang permainan semalam membuatku kelaparan pagi ini. Bokep Namun.., hanya itu. Pikir saya. Lalu saya merasa lemas sekali. Seorang wanita berkebangsaan Asia yang kurus tinggi berpakaian mahal. Matanya meredup dan bibir basahnya berbisik agar saya kembali naik ke ranjang. Namun kali ini rasanya benar-benar lain. Yang dengan entengnya mengobrak-abrik kantor atau toko seseorang karena telat membayar tagihan? God, saya merasa jatuh cinta padanya, pada kenakalannya, pada kedewasaannya. Pelan-pelan matanya meredup, lalu setengah memejam. Aduhh, Jenny benar-benar mengerti bagaimana menaklukkan seorang wanita innocent seperti saya ini. Wajahnya amat cantik, berkesan cerdas namun dingin. Namun apa yang terjadi siang ini seperti membuat saya tidak mungkin melupakan kejadian malam itu. Saya ingat, malam itu saya sedang berada di kantor untuk menyelesaikan sisa-sisa kerjaan.













