Tubuhku benar-benar lelah, ingin rasanya tidur di mobil yang berinterior nyaman ini, tapi aku harus segera pulang mengingat ini bukanlah tempat yang tepat dan satpam yang satu lagi akan segera kembali. Bokep Kedua tanganku mencengkeram pegangan tangan di kedua sisi mobil. Tumbukan antara selangkangan mereka yang telah basah berkeringat menimbulkan suara yang khas, plok… plok… plok… dengan ditimpali oleh suara erangan dan lenguhan nikmat dari mereka berdua. Setelah kuperiksa dengan alat pengecek kehamilan, ternyata benar…aku hamil. Telapak tangannya yang kasar itu merabai pahaku semakin ke atas hingga tiba di pangkal pahaku yang masih tertutup celana dalam pink. “Huh…pukimai ini nyamuk…” umpatnya dalam bahasa daerahnya, “Non Devi, kita pindah ke pos saja yuk, di sana ada obat nyamuk bakar, ini daritadi nyamuk ngung…ngung…ngungg…terus ini!” ia mengajakku pindah tempat, memang disini cukup banyak nyamuk sih, beberapa kali aku mendengar dengungannya melintas dekat telingaku.




















